Oleh: Ihsan | Desember 6, 2008

Lompatan Si Belalang

Assalam…

Di suatu
hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik.
Belalang
muda ini adalah belalang yang lompatannya paling Tinggi diantara sesama
belalang yang lainnya.
Belalang
muda ini sangat membanggakan kemampuan lompatannya ini.
Sehari-harinya
belalang tersebut melompat dari atas tanah ke dahan-dahan pohon yang tinggi,
dan kemudian makan daun-daunan yang ada di atas pohon tersebut. Dari atas pohon
tersebut belalang dapat melihat satu desa di kejauhan yang kelihatannya indah
dan sejuk.
Timbul satu
keinginan di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi kesana.

Suatu hari,
saat yang dinantikan itu tibalah. Teman setianya, seekor burung merpati,
mengajaknya untuk terbang dan pergi ke desa tersebut.
Dengan
semangat yang meluap-luap, kedua binatang itu pergi bersama ke desa
tersebut.Setelah mendarat mereka mulai berjalan-jalan melihat keindahan desa
itu.

Akhirnya
mereka sampai di suatu taman yang indah berpagar tinggi, yang dijaga oleh
seekor anjing besar. Belalang itu bertanya kepada anjing,”Siapakah kamu,
dan apa yang kamu lakukan disini ?”
“Aku
adalah anjing penjaga taman ini. Aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah
anjing terbaik di desa ini” jawab anjing dengan sombongnya.

Mendengar
perkataan si anjing, panaslah hati belalang muda.
Dia lalu
berkata lagi
“Hmm,
tidak semua binatang bisa kau kalahkan. Aku menantangmu untuk membuktikan bahwa
aku bisa mengalahkanmu. Aku menantangmu untuk bertanding melompat, siapakah
yang paling tinggi diantara kita”.
“Baik”,
jawab si anjing. “Di depan sana
ada pagar yang tinggi.
Mari kita
bertanding, siapakah yang bisa melompati pagar tersebut”.

Keduanya
lalu berbarengan menuju ke pagar tersebut.
Kesempatan
pertama adalah si anjing. Setelah mengambil ancang-ancang, anjing itu lalu
berlari dengan kencang, melompat, dan berhasil melompati pagar yang setinggi
orang dewasa tersebut tersebut.
Kesempatan
berikutnya adalah si belalang muda.
Dengan
sekuat tenaga belalang tersebut melompat. Namun ternyata kekuatan lompatannya
hanya mencapai tiga perempat tinggi pagar tersebut, dan kemudian belalang itu
jatuh kembali ke tempatnya semula. Dia lalu mencobamelompat lagi dan melompat
lagi, namun ternyata gagal pula.

Si
anjing lalu menghampiri belalang dan sambil tertawa berkata ,”Nah
belalang, apa lagi yang mau kamu katakan sekarang ? Kamu sudah kalah”.
“Belum”,
jawab si belalang. “Tantangan pertama tadi kamu yang menentukan.
Beranikah
kamu sekarang jika saya yang menentukan tantangan kedua ?”
“Apapun
tantangan itu, aku siap” tukas si anjing.
Belalang
lalu berkata lagi, “Tantangan kedua ini sederhana saja. Kita berlomba
melompat ditempat. Pemenangnya akan diukur bukan dari seberapa tinggi dia
melompat, dari diukur dari lompatan yang dilakukan tersebut berapa kali tinggi
tubuhnya”.

Anjing
kembali yang mencoba pertama kali. Dari hasil lompatannya, ternyata anjing
berhasil melompat setinggi empat kali tinggi tubuhnya.
Berikutnya
adalah giliran si belalang.
Lompatan
belalang hanya setinggi setengah dari lompatan anjing, namun ketinggian
lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya.
Dan
belalang pun menjadi pemenang untuk lomba yang kedua ini.
Kali
ini anjing menghampiri belalang dengan rasa kagum.

“Hebat.
Kamu menjadi pemenang untuk perlombaan kedua ini. Tapi pemenangnya belum ada.
Kita
masih harus mengadakan lomba ketiga”, kata si anjing.
“Tidak
perlu”, jawab si belalang.
“Karena
pada dasarnya pemenang dari setiap perlombaan yang kita adakan adalah mereka
yang menentukan standard perlombaannya.
Pada saat lomba pertama kamu yang menentukan standard
perlombaannya dan kamu yang menang.
Demikian
pula lomba kedua saya yang menentukan, saya pula yang menang.

INTINYA
ADALAH, KAMU DAN SAYA MEMPUNYAI POTENSI DAN STANDARD YANG BERBEDA TENTANG
KEMENANGAN. ADALAH TIDAK BIJAKSANA MEMBANDINGKAN POTENSI KITA DENGAN YANG
LAIN.
KEMENANGAN
SEJATI ADALAH KETIKA DENGAN POTENSI YANG KAMU MILIKI,KAMU BISA MELAMPAUI
STANDARD DIRIMU SENDIRI.

REFLECTION :

Rekan-rekan
yang terkasih, seberapakah tinggikah anda `melompat’ ?
Dalam
kehidupan, seringkali tanpa sadar kita mencoba membandingkan kemajuan dan
perkembangan diri kita dengan standard orang lain.

Membandingkan
pendapatan kita dengan orang lain, pekerjaan kita dengan pekerjaan orang lain,
salary kita dengan salary orang lain, barang-barang yang kita miliki dengan
barang orang lain, kesuksesan yang kita miliki dengan kesuksesan orang lain,
karir kita dengan karir orang lain dlsb…

Dan
seringkali lebih banyak kekecewaan daripada kebahagiaan yang didapat.
Mengapa
? Karena kita masing-masing dilahirkan dengan potensi yang berbeda,dengan bakat
yang berbeda, dalam lingkungan yang berbeda, dan cara pandang yang berbeda
tentang kehidupan.

Cara
yang tepat untuk mengukur seberapa jauh diri kita telah berkembang dan maju,
adalah membandingkan diri kita saat ini dengan diri kita dimasa lalu.
Apakah
anda hari ini lebih kaya dibanding setahun yang lalu ? Apakah anda hari ini
lebih bisa mengontrol emosi dibanding bulan lalu ? Apakah anda hari ini lebih
sehat dibanding kemarin ? Apakah anda hari ini lebih bijaksana dibanding setahun
yang lalu ?

Kemenangan
sejati bukanlah kemenangan atas orang lain, namun kemenangan atas diri sendiri.
Buat diri anda hari ini selalu lebih baik dari hari
kemarin.

Terima kasih atas kesediaannya membaca .

Wassalam…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.